Tampilkan postingan dengan label joke. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label joke. Tampilkan semua postingan

02 Juli 2008

Bos Pengemis Tinggal Nikmati Hidup

Cak To, begitu dia biasa dipanggil. Besar di keluarga pengemis, berkarir sebagai pengemis, dan sekarang jadi bos puluhan pengemis di Surabaya. Dari jalur minta-minta itu, dia sekarang punya dua sepeda motor, sebuah mobil gagah, dan empat rumah. Berikut kisah hidupnya.

---

Cak To tak mau nama aslinya dipublikasikan. Dia juga tak mau wajahnya terlihat ketika difoto untuk harian ini. Tapi, Cak To mau bercerita cukup banyak tentang hidup dan ''karir''-nya. Dari anak pasangan pengemis yang ikut mengemis, hingga sekarang menjadi bos bagi sekitar 54 pengemis di Surabaya.

Setelah puluhan tahun mengemis, Cak To sekarang memang bisa lebih menikmati hidup. Sejak 2000, dia tak perlu lagi meminta-minta di jalanan atau perumahan. Cukup mengelola 54 anak buahnya, uang mengalir teratur ke kantong.

Sekarang, setiap hari, dia mengaku mendapatkan pemasukan bersih Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Berarti, dalam sebulan, dia punya pendapatan Rp 6 juta hingga Rp 9 juta.

Cak To sekarang juga sudah punya rumah di kawasan Surabaya Barat, yang didirikan di atas tanah seluas 400 meter persegi. Di kampung halamannya di Madura, Cak To sudah membangun dua rumah lagi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk emak dan bapaknya yang sudah renta. Selain itu, ada satu lagi rumah yang dia bangun di Kota Semarang.

Untuk ke mana-mana, Cak To memiliki dua sepeda motor Honda Supra Fit dan sebuah mobil Honda CR-V kinclong keluaran 2004.

***

Tidak mudah menemui seorang bos pengemis. Ketika menemui wartawan harian ini di tempat yang sudah dijanjikan, Cak To datang menggunakan mobil Honda CR-V-nya yang berwarna biru metalik.

Meski punya mobil yang kinclong, penampilan Cak To memang tidak terlihat seperti ''orang mampu''. Badannya kurus, kulitnya hitam, dengan rambut berombak dan terkesan awut-awutan. Dari gaya bicara, orang juga akan menebak bahwa pria kelahiran 1960 itu tak mengenyam pendidikan cukup. Cak To memang tak pernah menamatkan sekolah dasar.

Dengan bahasa Madura yang sesekali dicampur bahasa Indonesia, pria beranak dua itu mengaku sadar bahwa profesinya akan selalu dicibir orang. Namun, pria asal Bangkalan tersebut tidak peduli. ''Yang penting halal,'' ujarnya mantap.

Cak To bercerita, hampir seluruh hidupnya dia jalani sebagai pengemis. Sulung di antara empat bersaudara itu menjalani dunia tersebut sejak sebelum usia sepuluh tahun. Menurtu dia, tidak lama setelah peristiwa pemberontakan G-30-S/PKI.

Maklum, emak dan bapaknya dulu pengemis di Bangkalan. ''Dulu awalnya saya diajak Emak untuk meminta-minta di perempatan,' ' ungkapnya.

Karena mengemis di Bangkalan kurang ''menjanjikan' ', awal 1970-an, Cak To diajak orang tua pindah ke Surabaya. Adik-adiknya tidak ikut, dititipkan di rumah nenek di sebuah desa di sekitar Bangkalan. Tempat tinggal mereka yang pertama adalah di emprean sebuah toko di kawasan Jembatan Merah.

Bertahun-tahun lamanya mereka menjadi pengemis di Surabaya. Ketika remaja, ''bakat'' Cak To untuk menjadi bos pengemis mulai terlihat.

Waktu itu, uang yang mereka dapatkan dari meminta-minta sering dirampas preman. Bapak Cak To mulai sakit-sakitan, tak kuasa membela keluarga. Sebagai anak tertua, Cak To-lah yang melawan. ''Saya sering berkelahi untuk mempertahankan uang,'' ungkapnya bangga.

Meski berperawakan kurus dan hanya bertinggi badan 155 cm, Cak To berani melawan siapa pun. Dia bahkan tak segan menyerang musuhnya menggunakan pisau jika uangnya dirampas. Karena keberaniannya itulah, pria berambut ikal tersebut lantas disegani di kalangan pengemis. ''Wis tak nampek. Mon la nyalla sebet (Kalau dia bikin gara-gara, langsung saya sabet, Red),'' tegasnya.

Selain harus menghadapi preman, pengalaman tidak menyenangkan terjadi ketika dia atau keluarga lain terkena razia petugas Satpol PP. ''Kami berpencar kalau mengemis,'' jelasnya.

Kalau ada keluarga yang terkena razia, mau tidak mau mereka harus mengeluarkan uang hingga ratusan ribu untuk membebaskan.

***

Cak To tergolong pengemis yang mau belajar. Bertahun-tahun mengemis, berbagai ''ilmu'' dia dapatkan untuk terus meningkatkan penghasilan. Mulai cara berdandan, cara berbicara, cara menghadapi aparat, dan sebagainya.

Makin lama, Cak To menjadi makin senior, hingga menjadi mentor bagi pengemis yang lain. Penghasilannya pun terus meningkat. Pada pertengahan 1990, penghasilan Cak To sudah mencapai Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu per hari. ''Pokoknya sudah enak,'' katanya.

Dengan penghasilan yang terus meningkat, Cak To mampu membeli sebuah rumah sederhana di kampungnya. Saat pulang kampung, dia sering membelikan oleh-oleh cukup mewah. ''Saya pernah beli oleh-oleh sebuah tape recorder dan TV 14 inci,'' kenangnya.

Saat itulah, Cak To mulai meniti langkah menjadi seorang bos pengemis. Dia mulai mengumpulkan anak buah.

Cerita tentang ''keberhasilan' ' Cak To menyebar cepat di kampungnya. Empat teman seumuran mengikutinya ke Surabaya. ''Kasihan, panen mereka gagal. Ya sudah, saya ajak saja,'' ujarnya enteng.

Sebelum ke Surabaya, Cak To mengajari mereka cara menjadi pengemis yang baik. Pelajaran itu terus dia lanjutkan ketika mereka tinggal di rumah kontrakan di kawasan Surabaya Barat. ''Kali pertama, teman-teman mengaku malu. Tapi, saya meyakinkan bahwa dengan pekerjaan ini, mereka bisa membantu saudara di kampung,'' tegasnya.

Karena sudah mengemis sebagai kelompok, mereka pun bagi-bagi wilayah kerja. Ada yang ke perumahan di kawasan Surabaya Selatan, ada yang ke Surabaya Timur.

Agar tidak mencolok, ketika berangkat, mereka berpakaian rapi. Ketika sampai di ''pos khusus'', Cak To dan empat rekannya itu lantas mengganti penampilan. Tampil compang-camping untuk menarik iba dan uang recehan.

Hanya setahun mengemis, kehidupan empat rekan tersebut menunjukkan perbaikan. Mereka tak lagi menumpang di rumah Cak To. Sudah punya kontrakan sendiri-sendiri.

Pada 1996 itu pula, pada usia ke-36, Cak To mengakhiri masa lajang. Dia menyunting seorang gadis di kampungnya. Sejak menikah, kehidupan Cak To terus menunjukkan peningkatan. ..

***

Setiap tahun, jumlah anak buah Cak To terus bertambah. Semakin banyak anak buah, semakin banyak pula setoran yang mereka berikan kepada Cak To. Makanya, sejak 2000, dia sudah tidak mengemis setiap hari.

Sebenarnya, Cak To tak mau mengungkapkan jumlah setoran yang dia dapatkan setiap hari. Setelah didesak, dia akhirnya mau buka mulut. Yaitu, Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per hari, yang berarti Rp 6 juta hingga Rp 9 juta per bulan.

Menurut Cak To, dia tidak memasang target untuk anak buahnya. Dia hanya minta setoran sukarela. Ada yang setor setiap hari, seminggu sekali, atau sebulan sekali. ''Ya alhamdulillah, anak buah saya masih loyal kepada saya,'' ucapnya.

Dari penghasilannya itu, Cak To bahkan mampu memberikan sebagian nafkah kepada masjid dan musala di mana dia singgah. Dia juga tercatat sebagai donatur tetap di sebuah masjid di Gresik. ''Amal itu kan ibadah. Mumpung kita masih hidup, banyaklah beramal,'' katanya.

Sekarang, dengan hidup yang sudah tergolong enak itu, Cak To mengaku tinggal mengejar satu hal saja. ''Saya ingin naik haji,'' ungkapnya. Bila segalanya lancar, Cak To akan mewujudkan itu pada 2010 nanti... (ded/aza) Sumber ; jawapos
Selengkapnya.....

30 Mei 2008

Keuntungan Merokok !

Sekedar renungan untuk kita semua...
Ternyata merokok memiliki segi-segi positifnya.
Banyak lagi..


Marilah kita tinjau sejenak keuntungannya .....

1. Perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif, maka untuk mengurangi resiko tersebut aktiflah merokok.

2. Menghidarkan dari perbuatan jahat karena tidak pernah ditemui orang yang membunuh, mencuri dan berkelahi sambil merokok.

3. Mengurangi resiko kematian; dalam berita tidak pernah ditemui orang yang meninggal dalam posisi merokok.

4. Berbuat amal kebaikan; kalau ada orang yang mau pinjam korek api paling tidak sudah siap / tidak mengecewakan orang yang ingin meminjam.

5. Baik untuk basa-basi / keakraban; Kalau ketemu orang misalnya di Halte kita bisa tawarkan rokok. Kalau basa-basinya tawarkan uang kan nggak lucu.

6. Memberikan lapangan kerja bagi buruh rokok, dokter, pedangang asongan dan perusahaan obat batuk.

7. Bisa untuk alasan untuk tambah gaji karena ada post untuk rokok dan resiko baju berlubang kena api rokok.

8. Bisa menambah suasana pedesaan / nature bagi ruangan ber AC (dengan asapnya)sehingga seolah-olah berkabut.

9. Menghilangkan bau wangi-wangian ruang bagi yang alergi bau parfum.

10. Kalau mobil mogok karena busi ngadat tidak ada api, maka sudah siap api.

11. Membantu program KB dan mengurangi penyelewengan karena konon katanya merokok bisa menyebabkan impoten.

12. Melatih kesabaran dan menambah semangat pantang menyerah karena bagi pemula merokok itu tidak mudah; batuk-batuk dan tersedak tapi tetap diteruskan (bagi yg lulus).

13. Untuk indikator kesehatan; biasanya orang yang sakit pasti dilarang dulu merokok. Jadi yang merokok itu pasti orang sehat???? (apa iya?).

14. Menambah kenikmatan: sore hari minum kopi dan makan pisang goreng sungguh nikmat. Apalagi ditambah merokok !

15. Perokok mempunyai musik Seumur hidupnya..(tiap malam Ngik-ngiiik,...)Suara nafasnya..

16. Perokok bebas nggak pernah baca doa sebelum ngerokok.

17. Perokok membuat suasana bioskop lebih rame, yang tadinya Full AC, menjadi full ASEP he he he.

18. Perokok 'nggak pernah digigit anjing karena kalo anjing mau ngejar,perokok nggak mau lari. tapi duduk aja. dan anjing jadi takut ( dikirain mau dilempar pake batu he he)

19. Perokok lebih irit..... nggak perlu lagi pasang obat anti nyamuk segala.

20. Perokok = ciri-ciri orang dermawan.

21. Perokok awet muda, karena belum tua sudah pada mati.

22. Perokok rumahnya aman, karena tiap malam batuk melulu.

23. Perokok paling dermawan, karena rajin nyumbang ke dokter dan rumah sakit untuk pengobatan paru-paru, jantung, ginjal, dan lain-lain.

24. Perokok mengurangi persaingan, karena wanita perokok anaknya pada idiot.

25. Perokok tempat mengumpulkan amal bagi orang,karena menyiksa orang dengan asapnya di bis, mikrolet, atau tempat umum lainnya.

26. Perokok nggak perlu tutup hidung bila buang hajat .... (sedot bareng-2 tuh asep rokok + hawa wc)

30. Eh, nulis e-mail, posting blog sambil ngerokok juga enak lho

Perokok itu adalah orang yang serba "lebih" :
a.Lebih kreatif: mereka sangat kreatif dalam menyimpan bungkus rokok mereka, seperti di perut di balik baju, dipundak di bawah baju, di dalam kaos kaki, dan di sudut-sudut badan lainnya.

b.Lebih pemikir: coba lihat mereka yang sedang menghisap rokok dalam-dalam, pasti mukanya terlihat berpikir keras. Berarti mereka adalah orang yang cerdas.

c.Lebih irit: mereka bisa tidak makan berhari-hari asal ada rokok yang bisa dihisap.

d.Lebih hemat: gara-gara tidak makan berhari-hari mereka tidak perlu baju atau celana baru (paling baju lama dikecilin).

e.Lebih sehat: mereka terbiasa melatih paru-paru dalam menghisap dan menghembuskan asap rokok, jadi paru-paru mereka lebih sehat dari yang bukan perokok. Biaya kesehatan jadi menurun drastis???.

f.Lebih berwawasan lingkungan: mereka menghisap rokok yang berbahan baku tanaman. Jadi dunia tetap akan hijau selama mereka menghisap rokok.

g.Lebih sosial: mereka membagi-bagikan (asap) yang mereka beli kepada orang lain.

Cuma satu yang kurang menguntungkan dari perokok: harga mobil jadi melonjak tinggi gara-gara harus dilengkapi dengan pemantik api dan asbak (maksa).

Kesimpulan: selama Anda tidak hendak membeli mobil, bersuami atau beristri perokok adalah sangat dianjurkan!!!

BICARA SOAL ROKOK NGGA' BAKALAN ADA HABISNYA. ADA YANG BILANG BAIK ADA PULA YANG NGOTOT NGGA'BAIK ... TAPI SATU HAL YANG PASTI ..... BACA BAIK-BAIK YA

Jika diteliti tulisan yang terdapat pada setiap bungkus ROKOK.

"PERINGATAN PEMERINTAH :
MEROKOK BISA MERUGIKAN KESEHATAN"

Cukup masuk akal!!

Tapi.... Jika diteliti satu pemikiran para PEROKOK :
"PERINGATAN KESEHATAN :
TIDAK MEROKOK BISA MERUGIKAN PEMERINTAH"

Cukup masuk akal juga tuh..
Kan para perokok bayar Cukai Rokok toh!

Selengkapnya.....

28 Mei 2008

Kerajaan Nikotin

Jaman dulu di sebuah negeri bernama Cigarilos, hiduplah seorang Raja bernama Minakjinggo. Raja yang memimpin dengan adil dan bijaksana ini,mempunyai seorang putri nan cantik jelita, namanya Capri. Suatu hari ketika putri sedang bermain di lembah Virginia Slim, datanglah segerombolan koboi Marlboro. Koboi - koboi itu lalu menculik sang putri.

Beberapa hari kemudian sang Raja menerima surat ancaman dari sang koboi yang isinya
"Wahai Raja, kalau putrimu ingin selamat, kamu harus menebus dengan uang sebesar 555 juta dolar. Kami tunggu anda di Gudang Garam di Negeri Kansas. Jika anda tidak dapat memenuhi permintaanku, aku akan tusuk putrimu dengan Djarum Super sampai Bentoel Bentoel"

Raja menjadi geram, lalu diadakanlah sayembara untuk mencari pendekar yang dapat menyelamatkan sang putri.

Singkat cerita, terpilihlah Pendekar Sampoerna, dengan senjata pamungkasnya Gentong! Sang Pendekar rupanya pernah berguru dengan seorang suhu dari negri Tiongkok, bernama Djie Sam Soe. Sang pendekarpun berangkat ke medan laga untuk menyelamatkan sang putri.

Sebelum berangkat sang pendekar mohon pamit, "Wismilak, suhu" kata sang pendekar. Dijawab oleh si suhu "Get Lucky, muridku".

Sang Raja pun berucap untuk sang pendekar "Losta Masta".
Dengan modal semangat dan Prinsip No. 1 sang pendekar memberikan perlawanan yang gigih di bukit Dunhill, akhirnya sang pendekar dapat menyelamatkan sang putri.

Raja sangat senang sekali dan sebagai hadiah sang pendekar dinikahkan dengan putrinya. Maka diadakanlah pesta semalam suntuk di restorant PallMall di kota LA Light yang terletak di tepi pantai Long Beach.

Pada saat makan malam berlangsung, sang Raja menghampiri sang Pendekar yang sedang murung di meja 76. Raja bertanya, "Wahai pendekar, ini Bukan Basa Basi, pesta ini aku adakan khusus untuk merayakan kegagah-beranian anda, mengapa malah anda murung?"

Lalu pendekar pun menjawab : "Saya Pria Punya Selera"

hehehe, lucu juga neh tulisan, maka saya posting aja deh ;)

Selengkapnya.....

Google
 







 
 

HOT NEWs
from
UK-UAJY BLOG COMMUNITY



Akan dilangsungkan pernikahan
Sdr. BENDOL dengan Sdri. ROSA
Tanggal 25 MAY 2008 di BOYOLALI
diharapkan doa restu dan kedatangan teman-teman